Cinta yang Mati Tapi Tak Pernah Hilang
Embun pagi menggantung di kelopak sakura, serupa air mata yang enggan jatuh. Di balik kabut tipis, tersembunyi sebuah rumah besar, rumah yang menyimpan rahasia sebesar dosa. Di sanalah, Xia Wei tinggal, hidup dalam kebohongan yang ia rajut sendiri.
Xia Wei, dengan senyumnya yang memudar seperti lukisan usang, adalah istri dari Li Cheng, seorang pengusaha sukses yang dipuja banyak orang. Tapi hanya Xia Wei yang tahu, di balik ketampanan Li Cheng, bersembunyi jiwa yang gelap. Dulu, ia mencintai Li Cheng dengan segenap jiwa. Dulu, cinta itu terasa seperti matahari yang menghangatkan. Sekarang, cinta itu hanyalah abu yang beterbangan di hatinya.
Sementara itu, di kota lain, Zhang Lin, seorang jurnalis muda yang idealis, berusaha menggali kebenaran. Ia mendengar bisik-bisik tentang kematian misterius adik perempuannya, Meilin. Meilin dulunya adalah kekasih Li Cheng. Zhang Lin yakin, ada yang disembunyikan. Ia terobsesi dengan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, meskipun hal itu berarti harus berhadapan dengan kekuatan besar.
Narasi mengalir seperti sungai yang tenang, namun di kedalamannya, ada arus deras yang siap menghanyutkan. Kata-kata bagaikan embun pagi, jernih namun menusuk. Zhang Lin semakin dekat dengan kebenaran, semakin ia merasakan sakitnya kehilangan. Ia menemukan surat-surat Meilin, di mana adiknya menulis tentang ketakutan, tentang Li Cheng yang berubah menjadi monster.
Konflik memuncak ketika Zhang Lin akhirnya bertemu dengan Xia Wei. Pertemuan itu bak cermin yang memantulkan kesedihan dan penyesalan. Xia Wei, yang selama ini hidup dalam ketakutan, akhirnya memutuskan untuk membantu Zhang Lin. Ia muak dengan kebohongan. Ia ingin membalas dendam.
"Dia… membunuh Meilin," bisik Xia Wei, suaranya bergetar. Air mata akhirnya tumpah, mengalir seperti sungai yang meluap.
Bersama-sama, Zhang Lin dan Xia Wei merencanakan pembalasan. Mereka menggunakan bukti-bukti yang dikumpulkan Zhang Lin dan kelemahan Li Cheng yang diketahui Xia Wei. Mereka tidak menggunakan kekerasan, melainkan strategi yang lebih halus, lebih mematikan.
Puncak dari rencana mereka adalah pesta amal yang diadakan Li Cheng. Di sana, di depan ratusan tamu undangan, Zhang Lin membongkar semua kejahatan Li Cheng. Video pengakuan Meilin diputar. Bukti-bukti korupsi dan penipuan dipaparkan.
Li Cheng hancur. Ia kehilangan segalanya: reputasi, kekayaan, bahkan kebebasannya.
Xia Wei berdiri di dekat jendela, menatap Li Cheng yang digiring polisi. Ia tersenyum tipis, senyum yang menyimpan perpisahan abadi.
Balas dendamnya tenang, namun menghancurkan. Seperti senyum seorang wanita yang telah kehilangan segalanya, namun akhirnya menemukan kedamaian.
Semuanya terasa seperti mimpi buruk yang akhirnya berakhir, tapi apakah benar-benar berakhir?
Dan bayangan Li Cheng yang menghilang di balik pintu mobil polisi, membawa satu pertanyaan yang tak terjawab: Apakah kejahatan benar-benar bisa ditebus?
You Might Also Like: Skincare Viral Di Tiktok Tersedia
Post a Comment