Kisah Seru: Tangisan Yang Kucium Sebelum Tidur

Tangisan yang Kucium Sebelum Tidur

Lentera-lentera kertas bergemerincing ditiup angin malam. Di kamar tidur yang sederhana, aroma cendana menenangkan, namun tidak bagi Lin Mei. Setiap malam, dia terbangun dengan air mata. Bukan air mata kesedihan biasa, melainkan air mata kekecewaan mendalam, air mata yang seolah berasal dari kehidupan lain.

Dia adalah Lin Mei, seorang pelajar desain interior di Shanghai abad ke-21. Tapi di mimpinya, dia adalah Putri Yuexi, pewaris tahta Kekaisaran Bulan di masa lalu. Di mimpinya, dia mencium bau pengkhianatan.

Awalnya, mimpi itu hanya potongan-potongan fragmen: jubah sutra berwarna darah, seringai dingin di wajah yang dulu dicintainya, dan suara pedang beradu yang memilukan. Namun semakin lama, fragmen-fragmen itu menyatu, membentuk sebuah cerita yang mengerikan.

Dia ingat bagaimana dia mempercayai Jenderal Zhao, panglima perang yang juga merupakan tunangannya. Dia ingat bagaimana dia menyerahkan kunci gerbang istana padanya, percaya bahwa dia akan melindungi kerajaannya dari serangan musuh. Dia ingat bagaimana dia dikhianati, ketika Zhao membuka gerbang bagi musuh dan merenggut tahtanya, merebutnya dengan darah dan pengkhianatan.

Setiap malam, Lin Mei terbangun dengan nama itu di bibirnya: ZHAO.

Suatu hari, di kelas desain, dia bertemu dengan seorang pria bernama Zhao Yi. Dia tampan, karismatik, dan memiliki senyum yang familiar. Sebuah getaran aneh menjalari tubuh Lin Mei saat mereka bersentuhan tangan. Zhao Yi mengingatkannya pada seseorang, tapi dia tidak bisa mengingat siapa.

Mereka menjadi dekat, sangat dekat. Zhao Yi adalah perwujudan dari semua yang diinginkan Lin Mei: cerdas, humoris, dan penuh perhatian. Tapi jauh di lubuk hatinya, ada keraguan. Mimpi-mimpinya semakin jelas, semakin MENYAKITKAN.

Suatu malam, Lin Mei menemukan sebuah kotak kayu tua di loteng rumah neneknya. Di dalamnya terdapat sebuah lukisan usang. Lukisan Putri Yuexi. Dan di sampingnya, potret seorang jenderal muda dengan senyum yang sama seperti Zhao Yi.

Kilat menyambar di kepalanya. Itu dia. Zhao Yi. Atau lebih tepatnya, reinkarnasi dari Jenderal Zhao, pengkhianat Putri Yuexi.

Lin Mei TERDIAM. Dendam? Dia bisa saja membalas dendam dengan menghancurkan Zhao Yi. Tapi dia sadar, kehidupan Putri Yuexi adalah masa lalu. Dia tidak ingin membiarkan dendam meracuni kehidupannya saat ini.

Dia memutuskan untuk memilih jalan yang berbeda.

Zhao Yi melamarnya. Dia berlutut di hadapannya, cincin berlian berkilauan di tangannya. Lin Mei menatap matanya, mata yang pernah mengkhianatinya seribu tahun lalu.

Dia tersenyum lembut. "Aku... aku tidak bisa," bisiknya.

Zhao Yi terkejut. "Kenapa?"

"Karena..." Lin Mei berhenti sejenak. "...kita ditakdirkan untuk berada di jalan yang berbeda."

Dia berbalik dan pergi, meninggalkan Zhao Yi yang terpaku. Dia tahu, dengan menolak Zhao Yi, dia telah mengubah takdirnya. Dia tidak akan membiarkan pengkhianatan masa lalu mendefinisikan masa depannya. Dia memilih kebebasan.

Di kamarnya malam itu, dia menangis. Air mata kebebasan, air mata kebahagiaan. Air mata yang berbeda dari tangisan pahit yang biasanya dia cium sebelum tidur.

Dan di balik kerudung malam, dia mendengar bisikan lembut dari masa lalu:

Kita akan bertemu lagi, di kehidupan yang lebih baik, dengan takdir yang lebih adil…

You Might Also Like: 0895403292432 Cari Skincare Aman Ini

OlderNewest

Post a Comment